Belajar Gitar, Kunci Gitar, Melodi Gitar paling lengkap ada di sini

4 Cara Mengatasi Demam Panggung

4 Cara Mengatasi Demam Panggung


4 cara mengatasi demam panggung ini terinspirasi dari sebuah pertanyaan di facebook tentang sensasi yang menegangkan sebelum tampil di depan banyak orang.

Namun, ini merupakan kejadian yang wajar terlebih jika kita pertama kali tampil di depan publik.

Tanda-tanda kita mengalami demam panggung ini yaitu kita mengalami gelisah yang tidak menentu, merasa tegang, keringat dingin, mondar mandir ke toilet, gemetaran, jantung berdetak cepat, dan gejala-gejala yang lain.

Suasana penuh tekanan ini akhirnya mempengaruhi performa kita sehingga tidak maksimal dan jauh dari bayangan yang kita inginkan.

Saya yakin kebanyakan dari kita pernah mengalaminya, entah sekarang masih sering kambuh atau tidak.




berlatih gitar, mental gitaris, tips, tips bermain gitar, demam panggung

Mungkin selama ini, banyak orang berpikir berlatih gitar itu cukup dengan fingering, picking, bending dan teori-teori lain.

Kebanyakan gitaris pemula atau yang baru mencoba masuk ke dunia gitar cenderung melupakan sesuatu yang sebenarnya sangat penting ini.

Karena suatu saat, ia memiliki peluang unjuk diri di depan banyak orang.

Oleh karena itu, di sini saya mencoba mensharingkan sesuatu yang sebenarnya penting untuk diketahui dan dilatih agar kelak jika harus perform di depan banyak audience, kita tidak lagi harus mengalami grogi yang berlebihan.

Pengalaman pribadiku tentang hal ini cukup membuat trauma beberapa tahun.

Ceritanya begini, waktu itu aku dan bandku akan mengisi acara di ulang tahun seminari di kotaku.




Waktu itu, kami membawakan lagu Naif yang judulnya “Air dan Api”.

Waktu itu dengan sedikit aransemen, kami membuat modulasi di reff terakhir. Sebenarnya belum fix karena sang vokalis juga belum terlatih untuk nada-nada modulasi.

Sampailah kami pada malam gladi bersih.

Saya merasa badanku keringat dingin dan gemetaran, maklum ini pertamanya saya manggung.

Akhirnya kelompok kami di panggil ke atas panggung, walaupun masih gladi bersih, yang menonton itu semua anak seminari termasuk juga beberapa staf dan romo rektor.

Awalnya semua berjalan lancar, walaupun saya sangat grogi tapi ternyata itu hanya terjadi sebelum mulai. Suasana persiapan itulah yang memberikan tekanan yang luar biasa. 5 detik setelah lagu itu mulai, rasa grogi itu mulai berganti dengan semangat yang menggila.

Namun, sampailah kami di bagian akhir lagu, tepatnya di bagian modulasi.

Karena sang vokalis belum yakin dengan suara vokalnya dibagian itu, maka ia mengarahkan mic kepada saya.

Saya pun spontan saja mengeluarkan suara dan mencoba bernyanyi.

Tebak apa yang terjadi, suara saya fals dan semua orang yang hadir tertawa.

Untunglah bagian tersebut tidak lama dan menjadi endingnya.


Itulah sedikit cerita yang sampai sekarang masih saya ingat.

Gara-gara insiden itu, saya sempat beberapa tahun tidak pernah ingin bernyanyi setiap perform.

Hal ini tentu saja bukan tanpa sebab.

Saya menyadari ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.



Faktor itu adalah faktor mental.



Mental menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki dua makna yang berbeda.

Mental dengan makna terpental, terpelanting, terlempar kembali atau berbalik arah

dan

mental yang memiliki makna sesuatu yang berkaitan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga.

Di sini, saya akan membahas tentang mental dalam artian yang kedua yang berkaitan dengan batin dan watak.


Mengapa mental itu penting untuk dilatih?


Ya, berkaca dari pengalaman di atas sebenarnya, saya belum memiliki mental yang kuat untuk berada di atas panggung dan membuat segalanya menjadi kacau.

Dampak psikologi tersebut dapat mempengaruhi kita ketika berada di atas panggung.

Sehingga tidak jarang banyak gitaris yang bisa bermain hebat di kamar namun ketika tampil harus kecewa dengan penampilannya sendiri.


Istilah mental di sini sering dikaitkan juga dengan pengalaman dan jam terbang.

Kedua hal inilah yang mempengaruhi mental sehingga perlu untuk dilatih.


Bagi gitaris professional mungkin hal ini sudah tidak jadi masalah, tetapi bagi yang baru belajar dan pertama kali keluar dari kandangnya, ini bisa jadi momok yang sangat menakutkan.

Gelisah yang berlebihan, tiba-tiba ngeblank, hilang konsentrasi, sampai kepleset saat melodi atau hal-hal semacam itu karena faktor mental yang belum terlatih.

Nah, bagaimana melatih agar kita bisa santai dan menikmati suasana panggung tanpa harus merasa tertekan?

Berikut ini tips yang saya rangkum untuk kalian.



Berlatih gitar menggunakan Cermin



Cara yang ini amat sangat mudah.

Bermainlah di depan cermin dan lihatlah diri Anda.

Ini membantu untuk melihat, bagaimana ekspresi kita ketika sedang bermain dan kenyataannya ekspresi itulah yang akan disaksikan orang ketika kita berada di atas panggung.

Bagaimana ekspresi kalian lucu, cool, atau tegang?

Berlatihlah untuk tampil rileks di depan cermin. Bangun kepercayaan diri kalau kita memang keren saat bermain gitar.

Wah, ini sih namanya narsis min !

Tidak apa-apa donk narsis kan bisa membawa dampak yang baik, yaitu menambah rasa percaya diri.

Tapi ya tetap imbangi kenarsisan tersebut dengan skill kita, jangan cuma nampang tapi skill tidak berkembang. Itu bisa jadi masalah juga.



Membuat Video bermain gitar



Nah, yang satu ini juga tidak kalah menariknya.

Kalian bisa merekam diri bermain gitar dan kalau Anda memiliki akun youtube, bisa mengupload video tersebut. Siapa tahu malah terkenal kan?

Apa lagi sekarang resolusi kamera smartphone rata-rata sudah bagus.

Dari aktivitas ini, kita juga bisa menilai secara garis besar gaya dan mendengarkan sound gitar kita.

Stop berpikir kalau video diri sendiri itu narsis, ini membantu dapat menemukan keberanian untuk unjuk diri dan melatih mental untuk lebih percaya diri. Apalagi kalau misalnya sampai diupload berarti kita harus siap mental membaca komentar dari para penonton.



Buat rekaman pas latihan



Merekam adalah salah satu cara agar bisa tahu sejauh mana kualitas permainan kita.

Usahakan rekaman di sini senatural mungkin agar kita bisa menilai permainan kita sendiri.

Ingat di atas panggung Anda hanya punya kesempatan satu kali saja untuk memainkan solo tersebut.

Jadi kalau memang terdengar masih jelek dari sisi teknik, berlatihlah kembali.

Salah satu latihan yang wajib mulai dari sekarang adalah improvisasi agar kita semakin luwes dalam bermain solo dalam situasi tak terduga.


Ngejam dengan backingtrack



Ngejam bukan hanya dapat melatih kita untuk percaya diri tetapi dapat pula jadi ajang untuk menambah perbendaharaan teknik-teknik dari teman.

Ngejam juga dapat dilakukan seorang sendiri dengan backingtrack yang banyak terdapat di internet.

Ini juga membantu untuk Cara ini juga dapat digabungkan dengan 3 tips sebelumnya.




Berlatih dengan posisi berdiri



Rasanya sangat jarang melihat gitaris tampil dengan posisi duduk. Artinya mayoritas berdiri, walaupun kadang membungkuk atau meliuk ke sana kemari.

Padahal selama ini kebanyakan dari kita berlatih dengan posisi duduk.

Posisi ini jugalah yang seringkali membuat kita tidak maksimal. Kita menjadi kurang nyaman ketika harus berdiri, alhasil bisa jadi sesuatu yang menghalangi performa kita.

Oleh karena itu, biarpun berlatih di kamar usahakan sekali-sekali berlatih dalam posisi berdiri. Bayangkan seolah-olah kita sedang manggung.

Ya biar tidak cupu-cupu amatlah.



Nah itulah tadi beberapa tips untuk melatih mental kita.

Mengapa ini penting?

Karena sekeren apapun permainan kita tetapi ketika di atas panggung mengalami masalah seperti ngeblank, grogi, atau mengalami demam panggung maka permainan kita bisa jadi kurang maksimal dan sangat mengecewakan.

Tentu saja masih ada cara-cara lain yang dapat teman-teman gali sendiri agar tidak hanya skill tapi mentalnya semakin terlatih pula.

Sehingga kita bisa mengatakan selamat tinggal demam panggung.

Sekian ulasan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata, sampai ketemu pada postingan saya yang lain.

Salam Slashkiss!!!

Back To Top type='text/javascript'/>