Belajar Gitar, Kunci Gitar, Melodi Gitar paling lengkap ada di sini

Mengenal Fingestyle Gitar dari Dekat

Mengenal Fingestyle Gitar dari Dekat



Apa itu fingerstyle gitar?


Siapa yang tidak tahu dengan salah satu genre yang mulai banyak peminatnya ini.

Fingerstyle gitar adalah secara umum dapat diartikan salah satu teknik yang digunakan dalam memainkan gitar dengan cara memetik (biasanya menggunakan jari telanjang) bahkan ada yang menggabungkannya dengan teknik perkusi seperti Nathan fingerstyle.

Fingerstyle sendiri memiliki arti memainkan banyak genre dan style yang berbeda. Contohnya bisa kita dengar dari karya-karya Jubing yang mengaransemen lagu-lagu populer anak-anak dengan bermacam-macam variasi nada.

Untuk mengenal lebih lanjut apa itu fingerstyle dan untuk menambah ilmu tentang gaya permainan yang satu ini, baca artikel ini sampai selesai.     

Di Indonesia sempat viral dengan kehadiran video gitaris cilik nan berbakat yaitu Sung Ha Jung di masa awal berjaya nya Youtube. Sung Ha Jung berhasil memukau viewers Indonesia dengan kepiawaian nya memainkan gitar secara kompleks dan tentu saja enak didengar.

sungha jung, jubing, fingering, fingerstyle, fingerstyle gitar, gitar akustik, belajar fingerstyle

Ini merupakan tonggak virus teknik bergitar yang akhirnya populer disebut fingerstyle. Namun sebenarnya di Indonesia sendiri sudah ada musisi yang mempopulerkan teknik tersebut, namun berbeda gaya permainan nya, yaitu Jubing Kristanto.

Apa perbedaan nya dengan Sung Ha jung ?

Secara umum dan asumsi saya setelah mengamati, fingerstyle dibagi menjadi dua wilayah yaitu Modern Fingerstyle dan Classical Fingerstyle.

Keduanya dapat ditarik benang merah inti dari istilah fingerstyle yaitu melagukan semua unsur musik berkelompok ke dalam satu permainan gitar solo instrumental.

Jadi bisa dikatakan fingerstyle melatih otak pemain nya dalam melagukan utuh tanpa ada bagian yang tertinggal di dalam lagu tersebut.

Misalnya, kita harus memainkan bass dan melodi lagu secara bersamaan dengan ritme perkusif yang mensimulasikan suara drum atau ketukan nya.

Lalu dimana bedanya modern dan classical fingerstyle ?

Menilik histori, classical fingerstyle lebih dulu ada dan berkembang. Karena sebenarnya teknik ini merefleksikan teknik bermain gitar klasik yang sudah ada ketika era 1800an.

Bedanya apa dengan gitar klasik ? Terdapat pada metode nya.

Jika bermain gitar klasik wajib membaca not balok, sedangkan fingerstyle bisa langsung dibuat tanpa menggunakan not balok, karena secara esensi teknik fingerstyle merupakan pengaplikasian aransemen pada gitar.

Jadi bukan lagi translate atau hanya menyadur ulang ke instrumen gitar, namun pasti dibumbui dengan sedikit aransemen.

Seperti halnya Jubing yang mana karya nya menggubah lagu populer ke dalam nuansa gitar klasik di albumnya Hujan Fantasy. Walaupun mungkin para pemain menyediakan not balok setelahnya agar mudah di pelajari pendengarnya.





Sedangkan modern fingerstyle merupakan perkembangan lebih kompleks dari sebelumnya. Perbedaan nya ada di kompleks teknikal menerapkan aransemen nya.

Contoh kecilnya dengan penggunaan drop senar agar pada saat open strings kita tak perlu repot repot lagi memainkan akor.

Oleh karena itu tangan kita bisa menjangkau melodi dengan teknik pull (hammer on) , slur, slide dan memainkan perkusif di body gitar jadi lebih leluasa.


Teknik ini membuat pemain gitar menjadi lebih mengeksplor gitar nya secara luas.

Gimmick yang digunakan tidak sesempit classical fingerstyle yang hanya melagukan dengan style gitar klasik, tetapi bisa mengaplikasikan bunyi bunyian kreatif dari gitar kita.

Bisa di lihat pada permainan Sung Ha Jung dan Andy Mckee yang paling viral di media Youtube.



Lalu bagaimana untuk mencoba menerapkan teknik fingerstyle ?

Kita bisa memulai dengan cara yang sederhana yaitu menganalisa melodi suatu lagu.

Setelah sudah terpatri di ingatan kita, mulai lah mencari akor dan beat nya , karena itu satu paket .

Coba lah dengan bermain senar nomor 6 seakan kita sedang menjadi bassis di lagu tersebut.

Lalu di imbangi dengan penggunaan akor yang dilandasi dengan beat (ketukan) lagu tersebut.

Lalu bagaimana sinkronisasi nya ?

Biarkan melodi mendominasi , lalu imbuhi akor pada ketukan down nya sehingga tidak mengganggu kerja melodi di tangan kita.

Aplikasikan dengan ikut bernyanyi agar lebih terasa groove nya. Setelah semua itu dilakukan, buatlah satu lagu sendiri dengan menerapkan teknik fingerstyle.
Memilih tema lagu yang sederhana namun enak didengar, dengan pengaplikasian akor yang di konsep matang terlebih dahulu.

Mengingat, jumlah gitaris fingerstyle di Indonesia masih sangat sedikit yang mengeluarkan album. Gerald Situmorang saja bisa, mengapa kita tidak ?

Nah, itu tadi sekelumit tentang dunia fingerstyle.

Semoga ke depan lebih banyak lagi gitaris fingerstyle yang tumbuh di negeri ini.

Sekian dulu postingan kali ini sampai bertemu kembali pada postingan yang lain.


Penulis : Andrinyong

sumber image : https://media.timeout.com/images/103560045/630/472/image.jpg

Back To Top type='text/javascript'/>