Belajar Gitar, Kunci Gitar, Melodi Gitar paling lengkap ada di sini

Profile Bernard Larso

Kemarin secara tidak sengaja baca-baca status di facebook ternyata baca status dari bernard Larso atau yang akrab dengan sapaan B2n. Beliau ternyata baru saja merilis album tutorial terbarunya "Back To Fusion".Penasaran dengan sosok satu ini, saya mencoba searching di youtube dan melihat beberapa videonya. Sungguh luar biasa dan mengagumkan. Baru tahu ternyata ada anak negeri yang punya skill seperti itu. Hybrid pickingnya menggunakan 2 jari sekaligus. Berikutnya langsung searching profile di google, berikut profilenya :


bernard larso, GSI, hybrid picking, IMI, MSI, profile, Bernard Larso, juga dijuluki Beben atau B2n, mulai bermain gitar klasik pada usia 11. Minatnya pada gitar listrik dimulai ketika ia mendengar Ritchie Blackmore memainkan gitar listrik.

Pada tahun 1984 ia mengambil pelajaran gitar klasik di sebuah kursus musik lokal, dan pada tahun yang sama memulai band pertamanya dengan teman sekolahnya. Selama lebih dari sepuluh tahun ia bermain di band yang berbeda, dan akhirnya pada tahun 1995, ia belajar gitar secara formal di GIT (Guitar Institute of Technology), salah satu penelitian utama di MI (Musician Institute) Hollywood, Amerika Serikat.  Berbagai gaya dan musisi besar mulai mempengaruhi gaya permainannya selama era GIT, seperti Frank Gambale, Tony Mac Alpine, Brett Garsed, dll.

Lulus dari GIT, Amerika Serikat, ia mulai bermain dengan beberapa band lokal, dan kemudian pada tahun 2001 ia merilis album solonya yang berjudul "Searchin 'For Dream", sebuah kombinasi dari fusion dan gaya rock.  Setelah album solo, dia mulai bermain untuk beberapa produk, seperti Amp Crate, Ibanez gitar, Vox, dan Guitar Cort, dll.

Perhatiannya terhadap pendidikan musik akhirnya menariknya dengan teman-temannya untuk membentuk IMI (Institut Musisi Indonesia), di mana ia menjabat sebagai Direktur Pendidikan dari September 2001 sampai Mei 2008.
Dalam karirnya, dia telah bermain untuk banyak musisi seperti, Reza Artamevia, Izumi Takada (Jepang), Kenny Hogan (Singapura), John Hondorp (Belanda), Prof Larry Hilarian (Inggris), Nugie, Victor Hutabarat, Jaqleen Cellose, Samuel AFI, Inang Noorsaid, dan banyak lagi. Sekarang dia bekerja sebagai, penulis lagu aransemen pemain, sesi, pembicara motivasi, guru musik, dan di endorse oleh Guitar Cort. Tetapi fokus utama Bernard saat ini adalah mengerjakan album solo ke-3 yang berjudul "Receive".

Pada tahun 2005 ia merilis buku berjudul " Electric Guitar Improvisation Technique" yang cukup sukses di pasaran. Pada tahun 2006 kembali ia merilis 2 album gitar instrumental "Helping Hands".  Album ini berbeda dari tanggal 1 satu, karena dia telah banyak dipengaruhi oleh musik jazz dan pemain fusion seperti Brett Garsed, dan Frank Gambale.  Pada tahun 2007, ia merilis buku keduanya "Advance Technique for Guitar".  Pada pertengahan 2008, lagi buku ketiganya “Fusion Guitar" dirilis. Juga pada tahun yang sama, bersama dengan teman-temannya, ia mulai GSI (Guitar School of Indonesia), Sekolah Gitar Indonesia yang bertujuan  dapat menetapkan standar untuk pendidikan musik khusus gitar dan bass.
Saat ini Bernard Larso sendiri adalah Kepala Pendidikan di (MSI) Music School of Indonesia.

sumber Music School of Indonesia 


Wah, profile mengagumkan bukan. Penasaran dengan permainan dan skillnya...
Nah berikut ini, adalah videonya

Fusion Guitar Lesson : Bernard B2n


Fusion Guitar Lesson part 2 : Bernard B2n
Fusion Guitar Lesson part 3 : Bernard B2n


Bagaimana menurut anda?
Back To Top type='text/javascript'/>